Kamis, 01 Mei 2014

Teori Organisasi Umum 2

TEORI PERILAKU PRODUSEN

Sebelum memasuki pokok pembahasan dimana dalam penulisan blog kali ini akan berisi mengenai perilaku produsen, biaya produksi, dan bagaimana cara menghitung keuntungan / laba, ada baiknya mengetahui secara definisi bahwa produksi adalah . Sedangkan produsen adalah pihak baik perorangan maupun suatu badan/organisasi (perusahaan) yang menghasilkan produk dari proses produksi tersebut (berupa barang atau jasa) untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Dari definisi yang kita ketahui di atas, hal tersebut merupakan dasar pokok penunjang  untuk lebih memahami pokok bahasan penulisan blog kali ini seperti yang akan saya jelaskan berikut ini.

Teori Produsen
Perilaku produsen dalam menentukan beberapa faktor penting dalam produksi telah didapatkan dari berbagai macam ilmu pengetahuan yang telah mereka jalani dalam bidangnya. Tentang cara memproduksi suatu barang, menentukan jumlah barang yang akan diproduksi, menyeimbangkan antara modal , keuntungan dan resiko kerugian yang akan didapat, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan rantai proses produksi dalam suatu perusahaan atau industri. Namun, semua itu didasari oleh sebuah teori yang mencakup ke dalam semua kegiatan produksi yaitu teori produksi.
Adapun prinsip produsen yang menyatakan bahwa mengambil unit tambahan faktor produksi dengan biaya per rupiah akan menghasilkan tambahan nilai penjualan yang paling maksimum.
Teori jangka waktu analisis :
a.      Jangka pendek yaitu jangka waktu dimana terdapat sebagian faktor produksi yang jumlahnya dianggap tetap.
b.      Jangka panjang yaitu jangka waktu dimana semua faktor produksi bersifat variabel.
Teori produksi dg satu faktor produksi variabel (analisis jangka pendek) :
1)      Pada umumnya faktor produksi yang dianggap variabel adalah tenaga kerja.
2)     Modal, tanah dan teknologi dianggap tetap atau konstan.
Fungsi produksi menunjukan sifat hubungan antara faktor-faktor produksi (input) dan tingkat produksi yang diciptakan (output). Dinyatakan dalam persamaan :
Q = f (K, L, R, T)
Keterangan:  Q = output
K = modal
L = tenaga kerja
R = kekayaan alam
T = Teknologi
Faktor yang dipertimbangkan produsen dalam meminimumkan biaya produksi :
a)     Besarnya pembayaran untuk faktor produksi tambahan (marginal cost).
b)     Besarnya tambahan hasil penjualan yang diakibatkan oleh tambahan faktor produksi tersebut.
Beberapa pengertian penting dalam Teori Produksi :
1.       Produk total (Total product) yaitu keseluruhan output yang dihasilkan dari hasil penggunaan sejumlah faktor produksi tertentu.
2.      Produk rata-rata (Average product) yaitu produksi yang dihasilkan oleh satu orang tenaga kerja /input variabel (AP = TP / L).
3.      Produk marjinal (marginal product) yaitu tambahan produk yang diakibatkan oleh bertambahnya seorang tenaga kerja, dan sebaliknya (ΔTP/ΔL).

Biaya Produksi
Biaya Produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan pengusaha atau produsen untuk membeli faktor-faktor produksi dengan tujuan menghasilkan produk. Faktor-faktor produksi itu sendiri adalah barang ekonomis (barang yang harus dibeli karena mempunyai harga) dan termasuk barang langka, sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan pengorbanan berupa pembelian dengan uang.
Biaya Produksi dibedakan dalam dua jangka waktu:
  • Jangka Pendek, yaitu jangka waktu di mana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya.
  • Jangka Panjang, yaitu jangka waktu dimana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan.
Dua jenis biaya produksi :
a)     Biaya eksplisit adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan.
b)     Biaya implisit adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Biaya produksi tergantung sepenuhnya pada dua hal yaitu sebagai berikut :
1.       Harga Input/harga faktor-faktor produksi. Semua barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk dibeli dengan uang, sehingga mempunyai harga. Contohnya bahan baku mentah, bahan baku setengah jadi, gaji pegawai, upah buruh, dan sebagainya.
2.      Efisiensi perusahaan yang bersangkutan dalam mempergunakan inputnya atau faktor produksinya. Dua perusahaan yang memiliki input sama persis, namun yang satu bekerja dengan lebih efisien dari perusahaan yang lainnya, maka perusahaan yang efisien itulah yang lebih bisa menekan biaya produksinya.  Efisien adalah prinsip kerja yang mampu menghasilkan banyak output/produk dalam waktu yang singkat atau tidak terlalu menghabiskan banyak waktu.

Biaya produksi perlu diketahui dalam menentukan beberapa aspek seperti berikut:
1)      Untuk melukiskan tingkah laku aktual perusahaan.
2)     Untuk dapat meramalkan tingkah laku perusahaan dalam menghadapi perubahan-perubahan kondisi yang dihadapi.
3)     Untuk membantu perusahaan dalam menentukan usaha untuk mencapai laba maksimum.
4)     Untuk memberikan nilai bagaimana cara perusahaan mengelola sumber (resources/faktor produksi/input).

Sumber-sumber biaya produksi adalah sebagai berikut,
1.       Sumber-sumber Tetap (Fixed Resources)
Sumber-sumber tetap adalah sumber/input/bahan yang jumlahnya tetap sekalipun jumlah output/produk yang dihasilkan bertambah ataupun berkurang.
Contoh : tanah, bangunan, mesin, dan sebagainya.
2.      Sumber-sumber Variabel (Variable Resources)
Sumber-sumber variabel adalah sumber/input yang jumlahnya berubah-ubah sesuai perubahan nilai output. Artinya, input akan bertambah jika output yang dihasilkan bertambah, dan akan berkurang jika output yang dihasilkan berkurang.
Contoh : bahan baku, penambahan karyawan baru, keterbatasan karyawan, dan sebagainya.

Cara Menghitung Laba Usaha Secara Sederhana
Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) / Modal Pokok cara menghitung modal pokok penjualan dapat dijelaskan. Perhitungan modal pokok merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui keuntungan usaha selanjutnya.
Contoh:
HPP per porsi bakso adalah Rp1.500 . Harga pokok penjualan sebuah kebab adalah sebesar Rp1.400 per buah.

Menentukan Harga Jual menentukan harga jual bergantung pada keinginan pemilik dan segmentasi pasarnya.
Contoh:
Kali ini harga jual ditentukan dari harga yang umum di pasaran. Harga pasaran umum bakso adalah Rp5.000 dan harga pasaran untuk kebab adalah Rp6.000.

Menghitung Keuntungan Kotor adalah hasil keuntungan dari perhitungan penjualan dikurangi modal pokok akan tetapi belum dikurangi biaya operasional.
Keuntungan kotor              = Penjualan per buah/porsi - Modal Pokok
Keuntungan kotor/hari     = Total penjualan/hari/bulan — Total modal pokok atau per Bulan
Contoh:
Usaha Kebab keuntungan kebab/buah = Rp6.000 – Rp 1.400 = Rp4.600/buah. Bila sehari rata-rata dapat menjual 20 buah kebab, berapa keuntungan kotor yang diperoleh setiap hari dan setiap bulannya?
Keuntungan kebab 20 buah/hari adalah = Rp4.600 x 20 = Rp92.000/hari
Keuntungan kebab rata-rata/bulan adalah = Rp92.000 x 30 = Rp2.760.000

Menghitung Total Biaya Operasional adalah biaya-biaya lain yang dibutuhkan untuk usaha selain bahan baku. Biaya operasional antara lain:
1)      Biaya Bahan bakar (gas)
2)     Biaya upah tenaga kerja
3)     Komisi per buah untuk tenaga keliling (bila ada)
4)     Biaya transportasi
5)     Biaya rekening listrik (jika ada)
6)     Biaya rekening air (bila ada)
7)     Biaya kerusakan produk, atau sisa yang tidak terjual
Contoh:
Bila sebulan usaha kebab membutuhkan 2 tabung  gas 3 kg dan upah tenaga kerja, biaya ongkos belanja Rp10.000 setiap 2 hari dan total perhitungan sisa yang tidak terjual 10 buah setiap bulannya. Maka berapa total biaya operasional kebab setiap bulannya?
Perhitungannya adalah:
2 tabung gas  Rp17.000           = Rp   34.000
Gaji pembantu                        = Rp 500.000
Ongkos 10.000 x 15 hari         = Rp 150.000
Sisa kebab 10 x 1.400             = Rp   14.000
Total biaya operasional/bulan = Rp 698.000

Menghitung Keuntungan Bersih adalah hasil keuntungan yang sudah dikurangi seluruh biaya operasional. Cara perhitungannya adalah:
Keuntungan Bersih = Total Keuntungan Kotor/Bulan - Total Biaya Operasional Setiap Bulan
Contoh:
Dengan total keuntungan kotor usaha kebab Rp2.760.000 setiap bulan dan biaya operasional setiap bulan Rp698.000. Berapa keuntungan bersih yang dihasilkan usaha kebab tersebut?
Keuntungan bersih/bulan = Rp2.760.000 — Rp698.000 = Rp2.062.000

Alokasi Hasil Keuntungan Bersih
Keuntungan bersih memang mutlak menjadi hak pemilik usaha, tapi akan lebih baik bila hasil keuntungan bersih juga ada pengelolaannya sehingga usaha Anda akan terasa lebih sehat. Akan tetapi Anda sendiri  yang berhak menentukan, pertimbangannya bila semakin besar persentase pengembalian modal investasi maka usaha akan lebih cepat balik modal (BEP). Berikut ini adalah tips-tips persentasi untuk alokasi hasil keuntungan bersih usaha :
a.      Untuk pengembalian modal investasi = 30—50%
b.      Untuk penyusutan alat = 10—20%
c.       Untuk pengembangan usaha = 10 —20%
d.      Untuk kebutuhan konsumtif = 10—50%


Sumber:
1) http://lista.staff.gunadarma.ac.idDownloadsfiles28857Materi+5+Teori+Produsen.pdf
2) http://share.its.ac.id/pluginfile.php/1294/mod_resource/content/1/BIAYA_PRODUKSI.pdf
3) http://pakarcomputer.blogspot.com/2013/01/bagaimana-cara-menghitung-keuntungan.html

Kamis, 03 April 2014

Ruang Lingkup Ekonomi



      Pada penulisan blog kali ini saya akan membahas tentang ruang lingkup yang mencakup aspek-aspek dalam ekonomi. Penting bagi kita untuk mempelajari baik ilmu dasar ekonomi maupun sistem perekonomian yang ada di dunia. Mengapa penting? Karena dalam kebutuhan hidup kita sangat diatur oleh perekonomian yang diterapkan dalam negara kita. Mahal murahnya harga kebutuhan sampai sulit dan mudahnya kita mendapatkan barang-barang kebutuhan kita sehari-hari.

      Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang ruang lingkup ekonomi dan sistem perekonomian di dunia, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dari ekonomi sendiri. Menurut pengertian secara dasar yang saya dapatkan saat di bangku SMP, ekonomi adalah kegiatan jual beli barang dan jasa meliputi aktivitas yang berupa produksi, konsumsi, dan distribusi. Adapun pelaku aktivitas tersebut yaitu produsen, konsumen dan distributor. Ilmu ekonomi merupakan dasar untuk menjalankan dan menciptakan sistem perekonomian suatu negara untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bangsanya.



      Berikut ini merupakan beberapa ruang lingkup ekonomi yang akan dibahas, yaitu:
1.)  Metodologi Ekonomi
       Ada 2 metodologi kuantitatif ekonomi yang berkembang pesat. Pertama, metode ilmu ekonomi yang menyebutkan prinsip kombinasi antara matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kedua, di lain pihak menyebutkan bahwa ilmu ekonomi adalah model keseimbangan umum, yang menggunakan konsep pertukaran atau pergerakan uang dalam masyarakat.

2.)  Masalah Pokok Ekonomi
       Masalah pokok ekonomi dapat dilihat dari 3 sudut pandang aktivitas ekonomi, yaitu produksi, konsumsi, dan distribusi.
  • Dari sudut pandang kegiatan produksi, masalah yang dialami berupa keterbatasan bahan baku produksi akibat tingkat produksi yang melimpah menyesuaikan pertambahan penduduk (konsumen) yang semakin meningkat. 
  • Dari sudut pandang kegiatan konsumsi, masalah yang dialami berupa harga kebutuhan yang tidak stabil sesuai dengan minat kebutuhan di masyarakat, kemampuan masyarakat yang terbatas dalam membeli kebutuhan (status sosial karena pendapatan yang minim), dan sistem perekonomian negara yang berubah-ubah.
  • Dari sudut pandang distribusi, masalah yang dialami berupa target pendistribusian barang dan semakin banyaknya perantara maka semakin mahal pula harga yang diberikan oleh perantara tersebut (pembelian barang distribusi dari tangan ke tangan).

3.)  Macam-macam Sistem Ekonomi
              a) Sistem Ekonomi Tradisional
                  Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang masih terbilang primitif karena masih kental akan kebiasaan dari adar-istiadat. Dalam sistem ekonomi ini pengaturan perekonomian diterapkan berdasarkan pola tradisi, secara gotong royong dan kekeluargaan.

              b) Sistem Ekonomi Terpusat
                   Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ekonomi ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara dan metode yang ditentukan, dan untuk siapa barang tersebut diproduksi. Biasa yang menganut sistem ekonomi terpusat adalah beberapa negara komunis seperti Cina, Rusia dan Kuba.

              c)  Sistem Ekonomi Pasar
                   Sistem ekonomi pasar merupakan suatu tata cara pengaturan kehidupan perekonomian yang didasarkan kepada mekanisme pasar yaitu interaksi antara permintaan dan penawaran suatu barang yang kegiatannya tergantung pada kekuatan modal yang dimiliki oleh setiap individu. Sistem ekonomi pasar disebut sebagai sistem ekonomi kapitalis (sistem persaingan bebas).

             d)  Sistem Ekonomi Campuran
                   Sistem ekonomi campuran merupakan suatu tata cara kehidupan perekonomian yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah, tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Sistem ekonomi campuran sering kali disebut sebagai perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat, maksudnya pemerintah dan masyarakat atau pihak swasta bekerja sama dalam memecahkan masalah ekonomi.

Sistem Perekonomian di Indonesia
      Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu telah merumuskan sistem perekonomian yang tepat bagi bangsa indonesia, baik secara individu maupun diskusi kelompok. Tokoh ekonomi indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di negara Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa sistem yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran tetapi dalam proses perkembangannya telah disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pancasila yang di dalamnya mengandung unsur penting yang disebut Demokrasi Ekonomi.

      Ciri-ciri positif pada sistem ekonomi demokrasi :
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  • Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  • Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  • Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
     Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi demokrasi :
  • Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
  • Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
  • Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Dasar Hukum Sistem Perekonomian Indonesia
      Sistem ekonomi pancasila dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi pancasila haruslah sesuai dengan nilai pokok yang terkandung dalam setiap sila Pancasila yang berjumlah 5 sila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dasar dari Sistem Ekonomi Pancasila berdasarkan UUD 1945 Pasal 33 yang memuat ayat-ayat sebagai berikut :
  • Ayat (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asa kekeluargaan.
  • Ayat (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Ayat (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
  • Ayat (4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Sejarah Perekonomian Indonesia
1)  Keadaan Perekonomian Indonesia Sebelum Orde Baru
      Dalam perkembangan pada masa sistem ekonomi orde lama terdiri dari 3 perkembangan masa yaitu :

1. Masa Pasca Kemerdekaan ( 1945-1950 )
      Pada masa awal kemerdekaan keadaan ekonomi dan keuangan sangat buruk, yang disebabkan oleh :
 >  Inflasi yang sangat tinggi, terjadi inflasi yang sangat tinggi karena ada 3 mata uang yang berlaku di Indonesia yaitu De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang.
>   Panglima AFNEI ( Allied forces for Netherlands east indies ) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu.
>   Dan pada bulan oktober 1946 pemerintah RI mengeluarkan  uang kertas baru yaitu ORI (Oeang Republic Indonesia ) sebagai pengganti uang jepang.
Adapun usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, ialah :
-    Program Pinjaman Nasional
      Dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir.Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan juli 1946.
-    Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
-    Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
-    Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi ) 19 januari 1947.
-    Rekonstruksi dan Rasionalisasi  Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.

2. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) 
      Masa demokrasi liberal adalah masa di mana dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha China. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.

3. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
      Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah) . dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik, dan ekonomi ( Mazhab Sosialisme ). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.
Kesimpulannya pada masa sebelum orde baru ini terjadinya inflasi yang sangat tinggi dan juga dikarenakan adanya mata uang yang beredar di masyarakat Indonesia sangat banyak. Dan di samping itu juga keadaan Indonesia pada saat itu juga adanya penjajahan dari negara asing jadinya perekonomian Indonesia sangat terpuruk.

2). Keadaan Ekonomi pada masa Orde Baru 
       Pada masa Orde Baru pemerintah melaksanakan pembangunan di berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesejahteraan rakyat, politik, dan pertahanan keamanan. Langkah pertama yang diambil ialah dengan merencanakan program perbaikan yaitu program : [1]penyelamatan [2]stabilitas dan rehabilitas [3]pembangunan.
      Sesuai dengan Tap MPRS No. XIII/MPRS/1966, pemerintah memproritaskan pada pencukupan sandang dan pangan , pengendalian inflasi, rehabilitasi prasarana ekonomi, dan peningkatan ekspor.
      Pada masa Orde Baru pertanian adalah basis perekonomian Indonesia.
      Dengan mengandalkan devisa dari ekspor, kredit luar negeri , dan badan keuangan internasional IMF perekonomian Indonesia mencapai kemajuan..
      Namun pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan pemerataan dan landasan ekonomi yang mantap sehingga ketika terjadi krisis ekonomi Indonesia tidak mampu bertahan sebab ekonomi Indonesia dibangun dengan pondasi yang rapuh.
      Jadi kesimpulannya pada masa Orde Baru perekonomian Indonesia sangat rapuh karena pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan landasan ekonomi yang mantap. Hal itu mengakibatkan pada krisis ekonomi dunia ekonomi Indonesia tidak mampu bertahan sebab fondasi ekonomi Indonesia dibangun dalam pondasi yang rapuh.
  
3). Perekonomian Indonesia Setelah Orde Baru
        Iklim kebangsaan setelah Orde Baru menunjukan suatu kondisi yang sangat mendukung untuk memulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang sesungguhnya diinginkan rakyat Indonesia. Setelah melalui masa-masa penuh tantangan pada periode 1945 sampai periode 1965, semua tokoh negara yang duduk dalam pemerintahan sebagai wakil rakyat sepakat untuk kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai-nilai yang telah tersirat dalm UUD 1945. Dengan demikian sistem demokrasi ekonomi dan sistem Pancasila kembali satu-satunya acuan bagi pelaksanaan semua kegiatan ekonomi selanjutnya.


sumber materi: 
http://josephinejoe.wordpress.com/2013/03/14/sistem-perekonomian-di-indonesia/
http://mizan92.wordpress.com/2012/03/21/definisi-dan-metodologi-ekonomi/

sumber gambar: google

Rabu, 25 Desember 2013

Peranan Komunikasi Dalam Organisasi



      Kerja sama dan komunikasi, merupakan hal sangat penting dan pasti diajarkan apabila berada dalam suatu kumpulan, lembaga atau organisasi. Dalam tulisan kali ini akan membahas bagaimana pentingnya peranan komunikasi itu sendiri dalam sebuah organisasi.

      Sebagai makhluk sosial manusia sangatlah dituntut untuk berkomunikasi antar sesama dalam berbagai lingkup, baik lingkungan kecil maupun lingkungan dalam skala besar. Dapat kita ketahui salah satu lingkungan tersebut dapat berupa sebuah organisasi. Organisasi bisa digolongkan ke dalam sebuah lingkungan yang luas karena dalam sebuah organisasi dapat terdiri dari banyak orang yang belum dikenal bahkan tidak diketahui asal usulnya atau latar belakangnya tidak seperti keluarga (lingkungan kecil) yang telah kita kenal sejak lahir. oleh karena itu, peranan komunikasi sangat berguna dalam keberlangsungan sebuah organisasi.

      Adapun baiknya terlebih dahulu kita tahu pengertian dari komunikasi itu sendiri. Komunikasi adalah sebuah penyampaian informasi yang dapat berupa pesan, saran atau pendapat untuk mengemukakan suatu tujuan. Ada 2 jenis komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang langsung disampaikan secara lisan. Sedangkan komunikasi non verbal adalah komunikasi yang disampaikan dapat berupa isyarat, bahasa tubuh atau sandi-sandi tertentu yang dapat dimengerti oleh pihak yang lain.



      Komunikasi antar anggota dalam sebuah organisasi juga memiliki beberapa tujuan, misalnya :
  1. Seorang anggota organisasi dapat mengajukan pendapatnya untuk dipertimbangkan oleh anggota yang lain.
  2. Kerja sama akan terjalin sangat baik jika ada komunikasi antar anggota organisasi.
  3. Mencegah adanya kesalah pahaman yang terjadi antara satu anggota dengan anggota yang lainnya.
  4. Lebih terjalin rasa persaudaraan dalam sebuah organisasi
  5. Dapat menciptakan organisasi yang lebih baik dan inovatif dengan adanya gagasan-gagasan yang luar biasa.
  6. Mencegah bubarnya atau terpecahnya sebuah organisasi karena adanya perbedaan pendapat.
      Dari pembahasan tentang tulisan kali ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa komunikasi memiliki peranan yang sangat penting  karena dengan komunikasi lah kita dapat saling mengerti dan memahami apa yang diinginkan atau tidak diinginkan oleh orang-orang disekitar kita dalam lingkup apapun untuk menjalin sebuah persatuan yang erat dan menjadikan lingkungan sekitar kita lebih baik dan berkembang. Tanpa adanya komunikasi manusia bukanlah apa-apa, karena sekali lagi manusia hanyalah makhluk sosial yang harus hidup berdampingan dan bergotong royong.


sumber pembahsan : "Komunikasi"-wikipedia.
sumber gambar       : Google

Selasa, 29 Oktober 2013

Organisasi

     Tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya hingga saat ini saya telah berada di tingkat 2 atau semester 3 dalam jenjang perkuliahan di Universitas Gunadarma. Saya kembali lagi mendapat tugas untuk menulis tentang suatu hal, di mana pada kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya mengikuti organisasi.

     Penulisan kali ini berhubungan dengan mata kuliah Teori Organisasi Umum, maka sebelumnya ada baiknya kita untuk mengetahui arti dari organisasi itu sendiri. Organisasi menurut saya adalah suatu wadah atau forum yang dibentuk oleh sekumpulan orang yang memiliki pemikiran dan inspirasi yang berbeda pada setiap anggotanya tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu guna mengembangkan wadah atau forum yang dibentuk tersebut. Jadi dapat kita ambil kesimpulan bahwa kerja sama tim dan solidaritas antar anggota sangat diperlukan demi kelancaran sebuah organisasi agar tetap utuh dan tidak terpecah anggotanya.

     Ada beberapa organisasi yang pernah saya ikuti di lingkungan sekolah sejak saya SD sampai SMA. Organisasi pertama yang saya ikuti saat di bangku Sekolah Dasar adalah dokter kecil. Dokter kecil merupakan organisasi yang beranggotakan siswa-siswa terpilih berdasarkan nilai rata-rata yang diraih dalam rapor dan prestasi rangking yang dicapai. Kelas yang diikut sertakan pun dibatasi hanya 4 kelas terbaik dari 7 kelas (kelas A sampai D), dari keempat kelas tersebut diseleksi lagi hanya siswa dengan peringkat 4 besar dikelasnya yang dipilih untuk bergabung dalam organisasi dokter kecil. Kemudian nantinya siswa-siswa tersebut diberikan mentoring, pengajaran dan pelatihan seputar bagaimana cara menjaga kebersihan diri, menghimbau teman-teman untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memberi pertolongan pertama pada temannya yang terluka atau mengalami kecelakaan kecil. Lalu, bibit-bibit dokter muda ini akan dikirim sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti seminar atau penataran Dokter Kecil tingkat kota (pada waktu itu regional Bekasi).

     Organisasi berikutnya yang saya ikuti pada saat berada di Sekolah Menengah Atas adalah Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan Rohani Islam (ROHIS). Berbicara tentang organisasi KIR, merupakan sekelompok siswa yang dibentuk atas usulan guru Biologi sekolah saya dengan tujuan untuk mempelajari tentang tanaman dan hewan. Kelompok ini sengaja dibentuk agar para siswa (anggota) dapat mengasah pengetahuan mereka tentang pola berkembang biak dan pola hidup dari tumbuhan dan hewan, juga menciptakan suasana belajar yang berbeda agar tidak bosan kalau hanya sebatas belajar dikelas. Organisasi yang satu ini diberi tugas juga untuk mengelola lahan kosong milik sekolah agar bisa dijadikan taman sehat yang berguna bagi lingkungan sekolah. Hal yang sangat seru saat mengikuti organisasi ini ketika kami melakukan penelitian dan pembelajaran di tempat-tempat seperti taman buah Mekarsari, taman bunga Cipanas, pameran tanaman Lapangan Banteng, musium Zoologi Bandung, dan banyak tempat lagi. Jadi bisa belajar sambil jalan-jalan.

     Untuk pengalaman saya dalam organisasi Rohani Islam atau yang biasa disebut ROHIS, di sini para siswa dibentuk untuk memperdalam ilmu agama. Sama dengan halnya organisasi KIR tadi, anggota ROHIS sesekali mengadakan pembelajaran lewat alam, seperti mensyukuri keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhan, lalu bagai mana cara kita mensyukuri nikmat dari keindahan alam tersebut yaitu dengan cara menjaga dan melestarikan alam kita sebagai keagungan Tuhan, lalu bagaimana kita belajar untuk berdakwah mengajarkan kebaikan dalam sebuah kelompok, cara kita menjaga sikap dan berperilaku baik antara anggota atau orang disekitar kita. Jadi, dari yang saya alami dan ambil manfaat mengikuti ROHIS yaitu lebih terasa dalam bentuk psikologi diri kita, mengatur ego kita, dan menjaga batin kita dari suatu perbuatan yang tercela.

     Dari beberapa pengalaman saya berorganisasi, dapat kita pahami betapa pentingnya berorganisasi. Alasannya karena kita tidak hidup sendiri, kita berada diantara orang-orang yang memiliki sifat yang berbeda. Dengan berorganisasi, kita diajarkan untuk lebih mudah berinteraksi dengan orang lain, kita dilatih untuk memahami sifat orang lain agar ucapan dan sikap kita tidak menyinggung orang-orang dalam kelompok kita, dan kita dapat mengetahui mana orang yang lebih cocok untuk kita jadikan teman atau mitra kita dalam bekerja sama untuk mewujudkan tujuan yang sama.


Minggu, 07 Juli 2013

Manusia dan Cinta Kasih

       Kalau sudah ngomongin soal cinta pasti identik dengan anak muda, masa remaja atau jaman sekarang diibaratkan dengan ABG. Padahal cinta itu bisa dirasakan oleh setiap orang dalam semua batasan umur tidak hanya saat sedang remaja atau beranjak dewasa.
Cinta kasih itu sendiri adalah suatu rasa atau perasaan dimana seseorang merasa menyukai bahkan sangat suka pada suatu hal atau pada pasangannya. Bahkan rasa cinta itu bisa berlebihan jika seseorang sudah hilang pikiran dan rela berkorban demi sesuatu atau seseorang yang dicintai. Sikap cinta kasih ini adalah sikap terindah saat orang mulai merasakan getaran perasaan ego yang luluh terhadap pasangan atau hal yang disukai.

       Menurut pengetahuan yang saya dapatkan saat duduk di bangku SD, hubungan cinta kasih manusia itu ada 3, yaitu :
  1. Manusia dengan Tuhan yaitu, hubungan atau interaksi antara manusia dengan Tuhannya agar manusia tetap berada dalam lindungan-Nya dan beriman kepada-Nya. Contoh cara interaksi antara manusia dengan Tuhan dengan beribadah dan berdoa.
  2. Manusia dengan manusia yaitu, hubungan yang terjalin karena adanya sikap tenggang rasa atau simpati terhadap sesama manusia agar tercipta kehidupan yang aman, damai dan tentram. Contoh dalam sebuah lingkungan yaitu, keluarga, masyarakat, dan negara.
  3. Manusia dengan lingkungan yaitu, hubungan manusia dengan lingkungan atau makhluk hidup yang lain yang hidup bersama disekitar manusia, misal hewan dan tumbuhan.

       Jadi kesimpulannya, cinta tidaklah hanya sebatas dengan pasangan saja tetapi juga dengan Tuhan dan lingkungan. Selama ini cinta yang saya rasakan tidak lah berbuah dampak yang buruk, yang ada hanya perasaan bahagia saat merasakan cinta kasih. Cinta yang berlebihan juga dapat menimbulkan kesalahan bahkan kejadian yang dianggap aneh apabila kita tidak membatasi takaran cinta kita pada seseorang atau sesuatu. Maka tebarkanlah cinta kasih kita kepada sesama agar semua terasa aman, nyaman, damai dan tentram. Namun ada kalanya juga kita harus bisa memberi batasan apabila dampak yang akan ditimbulkan semakin buruk bukan malah membuat bahagia.