Senin, 07 Juli 2014

Pendapatan Nasional



      Pendapatan Nasional yaitu jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat (rumah tangga keluarga khususnya) di suatu negara dalam jangka waktu selama satu tahun.


Konsep-konsep Pendapatan Nasional
1.      Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

2.     Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
rumus : GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

3.     Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
rumus : NNP = GNP – Penyusutan

4.     Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
rumus : NNI = NNP – Pajak tidak langsung

5.     Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
rumus :  PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan sosial + Pajak perseorangan )

6.     Pendapatan Yang Siap Dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
rumus : DI = PI – Pajak langsung

Tujuan dan Manfaat Pendapatan Nasional
Tujuan dari mempelajari Pendapatan Nasional :
a.      Untuk mengetahui tingkat kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
b.      Sebagai parameter untuk memajukan tingkat perekonomian masyarakat di suatu negara.
c.       Untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan ekonomi suatu negara.
d.      Untuk mendapatkan data-data mengenai hasil produksi barang dan jasa dalam satu periode (satu tahun).
e.      Untuk mengamati struktur perekonomian dan menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, negara pertanian atau negara jasa.

Manfaat dari mempelajari Pendapatan Nasional :
a.      Sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
b.      Dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional.
c.       Untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu.
d.      Untuk membandingkan perekonomian antar negara.

Perhitungan Pendapatan Nasional
Perhitungan pendapatan nasional dalam suatu negara dapat dilakukan dengan tiga metode pendekatan, yaitu :
1)     Pendekatan Produksi
Pendekatan Produksi adalah penjumlahan dari hasil perkalian antara kuantitas atau jumlah masing-masing barang dan jasa dengan harga dari barang atau jasa tersebut.
rumus :              Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + … +(Qn X Pn)] + VA
keterangan :       Y = Produk Domestik Bruto (GDP)
                              P = harga barang
                              Q = jumlah barang
                              VA = nilai tambah (value added)

2)    Pendekatan Pendapatan
Pendekatan Pendapatan adalah suatu pendekatan dimana suatu pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan dari berbagai faktor  produksi yang menyumbang terhadap proses produksi.
rumus :              Y = Yw + Yi + Yr + Yπr + Yπd
keterangan :       Y = Produk Domestik Bruto (GDP)
                              Yw = pendapatan gaji/upah
                              Yi = pendapatan bunga
                              Yr = pendapatan sewa
                              r = pendapatan dari keuntungan perusahaan
                              d = pendapatan lain sebelum pajak

3)    Pendekatan Pengeluaran
Pendekatan Pengeluaran adalah suatu pendekatan dimana produk domestik bruto (PDB) diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai pasar dari seluruh permintaan akhir atas output yang dihasilkan di dalam perekonomian sesuai dengan harga pasar yang berlaku.
rumus :              Y = C + G + I + (X – M)
keterangan :       Y = Produk Domestik Bruto (GDP)
                              C = pengeluaran rumah tangga
                              G = pengeluaran pemerintahan
                               I = pengeluaran investasi
                              (X – M) = (ekspor – impor)

Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
keterangan : g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

Kendala atau Masalah dalam Pendapatan Nasional
1.      Perhitungan PDB dan Analisis Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara,dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk.Angka tersebut dikenal sebagai angka PDB per kapita.Biasanya semakin tinggi PDB kemakmuran rakyat dianggap makin tinggi.
Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak terlalu memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan.

2.     Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Perhitungan PDB maupun PDB per kapita juga dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat.Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan,kesehatan dan gizi,kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi non material.Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/materi yang dapat diukur dengan nilai uang.

3.     PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Sampai batas-batas tertentu,angka PDB per kapita dapat mencerminkan tingkat produktivitas suatu negara. Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antarnegara,ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :
a.  Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar,sedangkan komposisinya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64thn) dan berpendidikan tinggi (>SLA),maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
b.  Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi.Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas.
c.  Faktor-faktor non ekonomi : yang tercakup dalam faktor-faktor non ekonomi antara lain etika kerja,tata nilai,faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan.

4.     Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economy)
Angka statistika PDB indonesia yang dilaporkan BPS hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal.Di negara-negara berkembang,keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal.
  
Sumber : 

http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional


Sumber gambar: google
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar